Sudah tiga tahun berlalu semenjak kau pergi meninggalkan aku. Namun, bayangan akan wajah mu tak juga hilang dari fikiran ku. Setiap malam kau selalu hadir menemaniku dalam mimpi-mimpi indah bersamamu. Kau adalah pria yang paling aku rindukan.
Tiga tahun telah berlalu, namun masih saja ku dengar lembut suara mu saat pertama kali kau menyanyikan ku sebuah lagu cinta. Tepat di halaman sekolah kau menyatakan perasaan mu pada ku lewat lagu yang kau nyanyikan dengan diiringi gitar kesayangan mu. Dengan wajah merah merona aku mengangguk malu saat kau memintaku menjadi pacar mu. Kau adalah pria paling manis sedunia.
Tiga tahun telah berlalu, namun masih lekat dalam ingatan, saat kau memberiku sebuah bouquet bunga pink rose kesukaanku sebagai hadiah satu bulan kebersamaan kita. Kau adalah pria paling romantis sedunia.
Tiga tahun telah berlalu, aku masih saja bisa mengingat aroma parfum yang selalu kau gunakan. Kau tak pernah mengganti parfum mu, hanya karena aku menyukai aromanya. Kau adalah pria paling wangi sedunia.
Tiga tahun telah berlalu, tapi aku masih saja merasa sedih saat teringat pertama kali kita bertengkar. Saat itu adalah saat dimana pertama dan terakhir kalinya kau membantakku dengan keras. Aku menyesal telah membuat mu marah. Namun aku hanya bisa menangis tanpa bisa menucapkan maaf. Dan kau malah memelukku dan meminta maaf karena telah membuat ku menangis. Kau adalah pria paling lembut sedunia.
Tiga tahun telah berlalu, dan aku masih saja ingat saat kau memberiku kejutan di hari ulang tahun ku. Tepat jam 12 malam, kau datang kerumah dengan membawa kue ulang tahun, dan sebuah boneka Teddy Bear berukuran besar. Itu adalah kejutan terindah dalam hidupku.
Tiga tahun telah berlalu, aku masih saja tidak bisa percaya kau telah pergi meninggalkan ku untuk selama-lamanya. Aku masih ingat saat pertama kali kau mengatakan padaku bahwa kau sedang sakit. Sakit jantung. Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan mu, dan kau meminta maaf untuk sebuah kesalahan yang tak kau perbuat. Masih jelas dalam ingatan saat pertama kalinya kau masuk ke rumah sakit. Aku sangat takut. Aku tak ingin sesuatu hal yang buruk terjadi pada mu. Dan lebih tepatnya aku belum siap untuk kehilangan mu. Kau selalu tersenyum saat aku datang untuk menjenguk mu. Tak pernah sepatah kata pun yang menyatakan kau sedang kesakitan, walaupun aku tau kau menahan rasa sakit itu karena tak ingin melihatku menangis. "aku akan selalu bersama mu, tak akan pernah ku tinggalkan dirimu sayang" selalu saja kata-kata itu yang kau ucapkan padaku.
Namun Tuhan hendaknya mempunyai rencana yang lain. Tiga tahun yang lalu kau pergi meninggalkan dunia ini setelah menjalani operasi jantung. Kau meninggalkan ku Randy. Dan setelah tiga tahun telah terlewati, aku masih saja mencintaimu. Kau adalah pria yang paling aku rindukan.
Aku mencintaimu Randy untuk selamanya.
Memory About You
01.44 |
18 Agustus 2012, happy 4th anniversary
Langganan:
Posting Komentar (Atom)







0 komentar:
Posting Komentar