Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

My Love Story (1)

Dinginnya salju di London tak mengurngkan niatku untuk berjalan melewati malam hanya demi secangkir kopi hangat, dan untuk melihat wajahnya. Dia yang selalu datang ke cafe ini tepat jam 20.00 dan duduk di dekat jendela membuat hatiku penasaran. Pipinya yang memerah karena udara yang dingin membuat ku teringat pada Tintin. Sungguh sangat lucu melihat seorang laki-laki yang seperti memakai blush-on. Sudah hampir setahun aku berada di negeri asing ini hany untuk menuntut ilmu yang bukan merupakan impian ku. Mengejar sesuatu tapi masih saja terasa kosong, entah kenapa. Ayah, Ibu, dan keluarga besarku memamerkan kesuksesanku dapat melanjutkan pendidikan S2 ku di luar negeri. Di Inggris. Suatu negara yang ingin ku kunjungi karena tempat Harry Potter dan Sherlock Holmes tinggal. Hanya sesedehana itu tujuan ku kesini, dan tentu saja untuk salju. Benda putih nan indah yang melayang diudara bagaikan bintang yang berjatuhan dari langit, aku ingin memegangnya, menggenggam, dan merasakannya. Aku suka salju. Sangat suka. Dan aku juga suka dia yang selalu memandang ke arah jendela, mengamati tiap salju yang berjatuhan. Pernah terpikir olehku aku ingin berubah menjadi salju agar dia dapat memandangi ku selalu. Saat memikirkan itu ak jadi tersipu malu, persis seperti waktu aku masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, saat pertama kali jatuh cinta. Aneh memang tapi aku menyukainya. Menyukai perasaan ini. Aku tak pernah tau siapa namanya, alamat rumahnya, atau nomor telepon. Yang ku tahu dia selalu datang ke cafe ini setiap hari saat jam 20.00, dan aku akan berlari-lari dari apartemen ku yang tidak jauh dari cafe ini. Hanya untuk memandanginya, seseorang yang bahkan tak pernah menoleh kearahku. Laki-laki tampan itu. Aku menyukainya. Dan aku berharap dapat mengetahui namanya. Hanya nama. 
***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar