Hujan sedari tadi tak kunjung reda. Udara dingin pun perlahan-lahan merambat menyentuh kulit. Walau begitu, hujan dan udara dingin tak menghentikan tekadnya untuk mencarg kelaparan menunggunya pulang, membuatnya tak gentar mengayuh becak tuanya yang tak kalah tua dengan usianya. Aku yang sedari tadi menunggu angkot akhirnya menyerah dan memanggil becak. "pak. Becak pak." kataku setengah berteriak. "mau kemana neng?" tanyanya padaku. "wates ya pak. 10.000?". "iya neng." bapak tukang becak itu pun mulai mengayuh becaknya. "pak, kok tidak pakai jas hujan?" tanyaku heran. "aduh neng, buat makan saja tidak cukup, apa lagi buat beli jas hujan." kata bapak itu membuat hatiku terasa tersayat. "anak saya ada lima neng, yang pertama dan kedua sudah menikah, yang ketiga masih SMA, yang keempat SMP, yang kelima belum sekolah", lanjut bapak itu. Hatiku semakin hancur dibuatnya. Setelah itu aku terbenam dalam pikiranku yang semakin miris melihat kelanjutan nasib rakyat-rakyat kecil di negara tercinta ku ini. Tak terasa aku sudah ada di depan rumah. Buru-buru aku mengeluarkan lembar uang 50.000. "ah. Neng sebentar kembaliannya belum". "kembaliannya buat bapak saja, anggap saja rejeki dari tuhan pak". "terimakasih neng, terimakasih". Lalu aku bergegas masuk ke dalam rumah ku yang hangat.
Hujan Tak Menghentikan Langkah Ku
KAIN PUTIH
Kain putih terbentang menghantarkan kesucian
Bergerak senada dengan irama angin
Terbang jauh tinggi meninggalkan sajak-sajak masa lalunya
Sekarang dia berada antara dua pilihan
Menjadi merah atau hitam
Kain putih tidak selamanya menjadi putih, dia harus memilih
Karena hidup adalah pilihan
Dan pilihan itulah yang akan menentukan jalan hidup selanjutnya
Kain putih tak lagi putih
Kain putih telah memutuskan pilihannya
Kini dia harus menjalani hidup tak sebagai kain putih lagi
Sajak-sajak baru mulai terukir dengan indah
Hembusan angin baru pun membimbingnya perlahan
Setapak demi setapak menjalani hidup yang kian menanjak suram
bla...bla...bla try to speak english well. ganbate haha
i have many new friends but let me introduce two of many friends that i have. the first i will introduce my new friends, her name is Rosalina Bilqist, you can call her Bilqist. she is come from Malang. and now she study in Brawijaya University, she take communication of the major. she like watching movie, every movie. she like Harry Potter same with me. her hobby is shutter. the reason she came to here because she like english much. of course beside that her needed to college. she have 1 brother, and she is the first. ok enough for Bilqist.
now let me introduce the next friend. his name is Abdul Aziz Zawawi, you can call his Aziz. he is from Jakarta, and now study in Islamic and Arabic Science Institute, he take Islamic Law of the major. he like listening music. especially western music. he like music depend on the lyric. me also, hehe. several days he going to Kelud, he like the scenery and hot water. but the strair is make very tired. the reason he came to here because he like english much and increase his confidence to speak english. now is the second time he come here. he have 5 brother and he is the third.
oke enough to introduce my friends, i hope my grade be great ^^
Pelangi di Langit Jogjakarta
Rintik hujan telah menemaniku seharian ini menapaki jalan di kota Jogjakarta.
Langit gelap menambah mendung raut wajah ku yang memang sudah buram semenjak aku melarikan diri dari rumah seminggu yang lalu.
Aku marah pada Bunda dan Ayah yang tidak mau mendengar keinginan ku.
Aku memilih Jogja sebagai kota pelarianku.
Niat ingin jalan-jalan mengitari kota Jogja kandas karena hujan yang sama sekali tak bisa diajak kompromi.
Akhirnya hanya bisa mengitari sekitar Jalan Malioboro saja.
Hujan berhenti tepat saat mataku menemukan sosoknya.
Sosok tegap yang memakai kemeja putih dengan kamera menggantung di lehernya.
Sesaat waktu serasa berhenti berputar.
Sesaat di sini hanya ada aku dan dia.
Aku melihat di balik punggungnya, keheranan sekaligus terpesona.
Apa yang tengah dia lakukan di tengah rintik hujan tadi?
Ternyata dia memotret senyum-senyum pelangi dari raut wajah anak-anak jalanan yang basah terena rintikan hujan dan cipratan genangan air di jalan.
Senyum yang melukiskan warna-warna ketulusan.
Yang tak pernah ku temui di hidupku yang penuh dengan kapalsuan.
Senyum yang bisa membawa kebahagiaan sekaligus kesedihan.
Senyum yang menyejukkan setiap mata yang melihatnya.
Senyum yang menggetarkan jiwa setiap manusia.
Sosok itu kemudian menoleh ke arahku dan memberiku segaris senyum indah.
Aku pun tersenyum kepadanya entah karena senang dia mengetahui keberadaan ku, atau karena pelangi yang dia bawa.
Terimakasih telah menunjukkanku pelangi di langit Jogjakarta.
ASEAN Security Community
SAAT HUJAN TURUN
CURAHAN HATI
SURAT CINTA
hamparan samudera membentang luas memisahkan diriku dengan dirinya.
angin yang berhembus membelai lembut wajahku pun tak sama dengan angin yang membelainya.
bintang berkelip yang kulihat sepanjang malam pun kadang enggan mengintip di langit nya.
terlalu jauh enggkau melangkah meninggalkan aku dan kampung halaman mu.
terlalu lama kau bersembunyi di balik gulungan ombak.
tenang sayang....
walau mata ku dengan mata mu tak saling bertemu.
tapi goresan kata-kata yang ku ukir hanya untuk mu akan selalu menemani hari-hari indah mu.
meringankan sedikit beban rindu yang ada di hati mu.







