SAAT HUJAN TURUN
10.14 |
Sepertinya hujan tak mau menampakkan niat untuk berhenti membasahi kota ku.
Sudah sejak tadi pagi, langit terus-menerus menangis tanpa henti.
Membuat hari ku semakin muram saja!
Sudah sejak lama senyum ku menghilang entah kemana.
Telah ku paksakan untuk tersenyum walau hanya sedikit, namun hasilnya malah MENGERIKAN!
Huh! sudahlah, nanti senyum ku juga akan kembali saat kau ada disekitar ku lagi.
Menemani ku melewati hari-hari yang ganas ini.
Membantu ku mengatasi masalah-masalah hidup yang membentang.
Haah...
Berpikir apa aku tadi?
Betapa bodohnya aku.
Kau kan sekarang sudah hidup bahagia dengan wanita pilihan hatimu.
Waktu bergulir sangat cepat ya..
Sepertinya, baru kemarin kau nyatakan cinta pada ku.
Dan, sekarang sudah ada cincin melingkar di jarimu dengan ukiran nama wanita yang dulu pernah menjadi sahabat terbaik ku.
Menetes lagi air mata ini.
Mungkin hanya langit yang mengerti perasaan ku saat ini.
Dengan payung hitam favorit ku, ku mulai langkahkan kaki menembus derai air hujan yang tak berhenti turun dari langit.
Surabaya, 28 Maret 2011 00.25 WIB
Read User's Comments4
CURAHAN HATI
18.43 |
Bagai berjalan dalam kegelapan
aku bimbang tanpa arah.
Bagaikan berjalan di tengah angin kencang
aku berat untuk melangkah.
Bagaikan berjalan di padang Sahara
aku lelah.
Aku rindu bukit bunga tempat kupu-kupu menari-nari.
Aku rindu deretan pepohonan tempat burung-burung bernyanyi riang.
Aku rindu belaian angin sepoi yang menyejukkan jiwa.
Lima bulan lagi.
Aku harus menunggu lima bulan lagi !
Apa aku tahan?
Apa aku kuat?
Lari saja kalau begitu.
Apa kau gila?
Aku berjalan saja sudah sempoyongan
apalagi harus lari.
Ya sudah, terima saja
mau bagaimana lagi
SURAT CINTA
12.59 |
hamparan samudera membentang luas memisahkan diriku dengan dirinya.
angin yang berhembus membelai lembut wajahku pun tak sama dengan angin yang membelainya.
bintang berkelip yang kulihat sepanjang malam pun kadang enggan mengintip di langit nya.
terlalu jauh enggkau melangkah meninggalkan aku dan kampung halaman mu.
terlalu lama kau bersembunyi di balik gulungan ombak.
tenang sayang....
walau mata ku dengan mata mu tak saling bertemu.
tapi goresan kata-kata yang ku ukir hanya untuk mu akan selalu menemani hari-hari indah mu.
meringankan sedikit beban rindu yang ada di hati mu.
Langganan:
Postingan (Atom)







